Pakaian Ulos Sumatera Utara: Pengertian, Makna, Motif

Pakaian Ulos Sumatera Utara: Pengertian, Makna, Motif

Ulos bukan sekadar kain tradisional, tapi simbol kebesaran dan kehangatan dalam budaya Batak di Sumatera Utara. Pakaian ulos Sumatera Utara memiliki beragam jenis, fungsi, dan motif yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Dari upacara adat hingga simbol kasih sayang, ulos selalu hadir dalam momen penting. Buat kamu yang ingin lebih mengenal warisan budaya satu ini, yuk simak pengertian, fungsi, dan ragam motif ulos yang penuh makna.

Baca Juga: Keunikan Pakaian Adat Bali yang Memikat dengan Filosofinya

Apa Itu Kain Ulos?

Kain Ulos merupakan kain tenun khas suku Batak dan secara turun temurun terus dikembangkan oleh masyarakat suku Batak.

Kain Ulos dibuat secara tradisional atau menggunakan alat tenun bukan mesin. Tempat pembuatan kain tradisional di Sumatera Utara paling terkenal di daerah Tapanuli Utara.

Kain ulos merupakan sebuah benda sacral symbol restu, kasih saying dan persatuang seperti yang ditorehkan dalam pepatah Batak “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong” yang artinya “Jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka Ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama”.

Warna yang dominan pada kain Ulos biasanya merah, hitam, dan putih yang dihiasi ragam tenunan dari benang emas atau perak.

Pada pakaian adat, umumnya ulos dijadikan sebagai selempang baju. Di mana laki-laki akan mengenakan jas hitam lengkap dengan kemeja, sedangkan perempuan mengenakan kebaya berwarna merah.

Dikutip dari buku Mengenal Alam & Budaya Indonesia (2005) Ajen Dianawati, pada laki-laki menggunakan tutup kepala yang disebut sabe-sabe dari Ulos Mangiring. Di bahunya disampirkan Ulos Ragi Hotang dan mengenakan sarung.

Sementara untuk perempuan mengenakan Ulos Sadum yang disampirkan di kedua bahunya.

Kemudian ulos tersebut dililit dengan Ulos Ragi Hotang dan mengenakan sarung suji.

Motif Pakaian Ulos Sumatera Utara

1. Ulos Radigup

Ulos Radigup adalah kain tenun yang mempunyai posisi atau derajat tertinggi diantara kain tenun lainnya. Di mana pembuatan kain tenun tersebut mempunyai kesulitan yang tinggi. Pada kain Ulos Radigup mempunyai 3 bagian, 2 sisi ditenun dalam waktu yang sama dan 1 sisi bagian tengah ditenun sendiri dengan motif yang rumit. Untuk motifnya terlihat seperti lukisan hidup. Filosofi kain tersebut melambangkan kehidupan dan doa restu untuk kebahagiaan dalam kehidupan.

2. Ulos Antakantak

Ulos Antakantal biasanya digunakan oleh orang tua sebagai selendang untuk melayat orang yang meninggal. Ada juga yang dipakai sebagai kain lilit untuk acara menari di Adat Batak.

3. Ulos Ragihotang

Ulos Ragihotang sering diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat. Pada Ulos tersebut mempunyai makna bahwa orang tua pengantin perempuan telah merestui anak gadisnya telah disunting oleh laki-laki yang disebut Hela (menantu).

4. Ulos Ragi Huting

Ulos Ragi Huting sudah jarang digunakan. Dulu, ulos ini sering digunakan oleh para gadis dengan dililitkan di dada sebagai pertanda bahwa gadis perawan Batak Toba yang beradat. 

5. Ulos Sibolang

Ulos Sibolang merupakan kain ulos sebagai tanda duka cita. Biasanya masyarakat Batak menggunakan ulos tersebut ketika sedang mengalami sebuah duka dari keluarga dekat yang telah meninggal.

Leave a Reply